IMPLEMENTASI RELAKSASI OTOT PROGRESIF TERHADAP PERILAKU MARAH PADA PASIEN RISIKO PERILAKU KEKERASAN

Irvan Ma’sum1* Uswatun Hasanah2 Indhit Tri Utami3
(1) Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Dharma Wacana
(2) Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Dharma Wacana
(3) Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Dharma Wacana
(*) Corresponding Author

Abstract

Skizofrenia merupakan gangguan jiwa kronis yang ditandai oleh berbagai gejala sehingga berisiko terhadap perilaku kekerasan akibat ketidakmampuan mengendalikan emosi dan kemarahan. Kondisi ini dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain sehingga perilaku marah memerlukan intervensi tepat. Selain terapi farmakologi, pendekatan nonfarmakologi seperti relaksasi otot progresif terbukti efektif dalam menurunkan ketegangan fisik dan emosional. Tujuan implementasi ini adalah mengidentifikasi perilaku marah pasien risiko perilaku kekerasan sebelum dan sesudah pemberian terapi relaksasi otot progresif. Rancangan karya tulis ilmiah ini menggunakan desain studi kasus. Responden yang digunakan dua pasien risiko perilaku kekerasan. Analisa data dilakukan menggunakan analisis deskriptif. Hasil implementasi menunjukkan karakteristik demografi subjek I (Tn. S) yaitu berumur 50 tahun, subjek II (Tn. So) berumur 35 tahun, keduanya berjenis kelamin laki-laki, pendidikan dasar. Implementasi relaksasi otot progresif terbukti menurunkan skor perilaku marah pada kedua subjek, meskipun masih berada dalam kategori escalation. Subjek I menurun dari skor 62 menjadi 58, sedangkan Subjek II dari 78 menjadi 64. Disimpulkan bahwa terapi relaksasi otot progresif memberikan efek positif dalam mengurangi intensitas kemarahan, meskipun belum sepenuhnya mengendalikan perilaku marah.

Full Text:

PDF

References


Keliat, B. A., Wiyono, A. P. & Susanti, H. Manajemen kasus gangguan jiwa. (Buku Kedokteran EGC, 2017).

Pardede, J. A., Simanjuntak, G. V. & Laia, R. Gejala Risiko Perilaku Kekerasan Menurun Setelah Diberikan Progressive Mucle Relaxation Therapy pada Pasien Skizofrenia. J. Ilmu Keperawatan Jiwa 3, 91–100 (2020).

WHO. Skizofrenia. World Health Organization (2022). Tersedia pada: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/schizophrenia. (Diakses: 1 Januari 2023)

Kemenkes RI. Survei Kesehatan Indonesia Tahun 2023 (SKI) Dalam Angka. Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan, 2024).

Yosep, I. & Sutini, T. Buku Ajar Keperawatan Jiwa dan Advance Mental Health Nursing. (PT. Refika Aditama, 2018).

Saputri, T. M. & Suara, M. Pengaruh Terapi Relaksasi Benson Terhadap Penurunan Perilaku Kekerasan dengan Instrumen PANSS-EC pada Pasien dengan Perilaku Kekerasan di RSKD Duren Sawit Jakarta Timur. Malahayati Nurs. J. 6, 896–907 (2024).

Lestari, F. I., Fahrizal, Y. & Baroroh. Pengaruh Relaksasi Otot Progresif Terhadap Kemampuan Mengontrol Marah Pada pasien Resiko Perilaku Kekerasan di Rehabilitasi Napza. J. Kesehat. Tambusai 5, 9799–9805 (2024).

Alvionita, S., Wongkar, D. & Pasiak, T. F. Pengaruh Relaksasi Otot Progresif terhadap Kecemasan. eBiomedik 10, 42–49 (2022).

Livana et al. Peningkatan Kemampuan Pasien dalam Mengontrol Halusinasi Melalui Terapi Aktivitas Kelompok Stimulasi Persepsi. J. Ners Widya Husada 5, 35–40 (2020).

Micciolo, R. et al. Young age and the risk of violent behaviour in people with severe mental disorders: prospective, multicentre study. BJPsych Open 8, 1–7 (2022).

Chu, C. C., Abi-Dargham, A., Ackerman, B., Cętingök, M. & Klein, H. E. Sex differences in schizophrenia. Int. J. Soc. Psychiatry 35, 237–244 (2018).

Nofriyanto, A. Hubungan Karakteristik Psikologis Jenis Kelamin dengan Frekuensi Kekambuhan Pasien Skizofrenia. J. Kesehat. Masyarat 1, 1–9 (2018).

Lelono, S. K., Damayanti, R. & Ardinata. Buku Ajar Keperawatan Jiwa. (LP2M IAIN raden Intan, 2019).

Yosep, I. Keperawatan Jiwa (Edisi Revisi). (PT. Refika Aditama, 2019).

Sianturi, S. F. Aplikasi Asuhan Keperawatan Jiwa Pada Ny. Y dengan Masalah Hausinasi. Karya Tulis Ilm. 1, 1–42 (2021).

Hawkins, C., Bwanika, J. M. & Ibanda, M. Socio-economic factors associated with mental health disorders in fort portal, western uganda. South African J. Psychiatry 26, 1–8 (2020).

Muhith, A. Pendidikan Keperawatan Jiwa: Teori dan Aplikasi. (Andi Offset, 2017).

Syarif, F., Zaenal, S. & Supardi, E. Hubungan Kepatuhan Minum Obat dengan Kekambuhan Pasien Skizofrenia di Rumah Sakit Khusus Daerah Provinsi Sulawesi Selatan. J. Ilm. Kesehat. diagnosis 15, 327–331 (2020).

Ramdani, M. I. Hubungan Antara Kecanduan Game Online dengan Kecenderungan Perilaku Agresif. (Universitas Pendidikan Indonesia, 2023).

Fhadilah, N. C., Adi, W. S. & Shobirun, S. Pengaruh Terapi Relaksasi Otot Progresif Terhadap Pasien Resiko Perilaku Kekerasan di RSJD Dr Amino Gondohutomo Provinsi Jawa Tengah. J. Forum Kesehat. 7, 83–89 (2017).

Ramdhani, N. & Putra, A. A. Pengembangan Multimedia“ RELAKSASI .” (Universitas Gadjah Mada, 2017).


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal Cendikia Muda

Diterbitkan oleh :
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)
Akademi Keperawatan Dharma Wacana
Jl. Kenanga No.03 Mulyojati 16C Metro Barat Kota Metro Lampung
Telp. 0725-46685
Faks. 0725-46685
Email: jurnalcendikiamuda@akperdarmawacana.ac.id