IMPLEMENTASI FISIOTERAPI DADA TERHADAP SATURASI OKSIGEN PASIEN PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF KRONIK (PPOK)
(1) Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Dharma Wacana
(2) Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Dharma Wacana
(3) Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Dharma Wacana
(*) Corresponding Author
Abstract
Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) merupakan gangguan pernapasan kronis dengan obstruksi aliran udara yang progresif dan bersifat irreversibel, yang umumnya disebabkan oleh respons inflamasi kronis terhadap paparan gas atau partikel berbahaya di saluran napas dan paru. Kondisi ini menghambat pertukaran gas sehingga menurunkan saturasi oksigen dan berisiko menimbulkan hipoksemia. Salah satu upaya nonfarmakologis yang dapat membantu meningkatkan oksigenasi pada pasien PPOK adalah fisioterapi dada. Tujuan implementasi ini adalah mengidentifikasi saturasi oksigen pasien PPOK sebelum dan setelah diberi fisioterapi terapi dada. Rancangan karya tulis ilmiah ini menggunakan desain studi kasus. Responden yang digunakan dua pasien PPOK. Analisa data dilakukan menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik Subyek I dan II yang dapat meningkatkan risiko PPOK dan perubahan saturasi oksigen meliputi jenis kelamin, usia, pekerjaan, dan perilaku merokok. Sebelum pemberian fisioterapi dada, nilai saturasi oksigen Subjek I adalah 91% dan Subjek II yaitu 93% atau masih berada di bawah batas normal. Setelah pemberian fisioterapi dada, nilai saturasi oksigen kedua subjek meningkat menjadi 96% atau sudah berada dalam batas normal. Disimpulkan bahwa fisioterapi dada efektif dalam membantu meningkatkan oksigenasi pada pasien dengan PPOK.
Full Text:
PDFReferences
Somantri, I. Asuhan Keperawatan Pada Klien dengan Gangguan Sistem Pernapasan. (Salemba Medika, 2018).
Faisal, A. Pengaruh batuk Efektif Terhadap Perubahan Derajat Sesak Napas Pada Pasien Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) Di Poliklinik Paru RSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin. (Universitas Muhammadiyah Banjarmasin, 2017).
WHO. Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD). 1–4 (2024). Tersedia pada: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/chronic-obstructive-pulmonary-disease-(copd). (Diakses: 12 Maret 2025)
Antariksa, B. et al. Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) Pedoman Diagnosis dan Penatalaksanaan di Indonesia. (Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), 2023).
Kemenkes RI. Riset Kesehatan Dasar 2013. (Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan RI, 2013).
Black, J. M. & Hawks, J. H. Keperawatan Medikal Bedah: Manajemen Klinis untuk Hasil yang Diharapkan. 3, (Elsevier Inc, 2019).
Hartono. Peningkatan Kapasitas Vital Paru pada Pasien PPOK Menggunakan Metode Pernapasan Pursed Lips. J. Terpadu Ilmu Keperawatan 4, 59–63 (2018).
Mertha, I. M., Putri, P. J. Y. & Suardana, I. ketut. Pengaruh Pemberian Deep Breathing Exercise Terhadap Saturasi Oksigen Pada Pasien PPOK. J. Gema Keperawatan 3, 1–9 (2018).
Nurmayanti, N., Waluyo, A., Jumaiyah, W. & Azzam, R. Pengaruh Fisioterapi Dada, Batuk Efektif dan Nebulizer terhadap Peningkatan Saturasi Oksigen dalam Darah pada Pasien PPOK. J. Keperawatan Silampari 3, 362–371 (2019).
Priadi, Setyaji, N. I. & Pertiwi, A. K. Pengaruh Fisioterapi Dada Terhadap Ekspektorasi Sputum dan Peningkatan Saturasi Oksigen Penderita PPOK Di RSP Dungus Madiun. J. Keperawatan Madiun 3, 14–20 (2019).
Polapa, D., Purwanti, N. H. & Apriliawati, A. Fisioterapi Dada terhadap Hemodinamik dan Saturasi Oksigen pada Anak dengan Pneumonia. J. Keperawatan Silampari 6, 818–827 (2022).
Astriani, N. M. D. Y., Aryawan, K. Y. & Heri, M. Teknik Clapping dan Vibrasi Meningkatkan Saturasi Oksigen Pasien PPOK. J. Keperawatan Silampari 4, 248–256 (2020).
Potter, P. A. & Perry, A. G. Fundamental of Nursing: Fundamental Keperawatan. Buku 3 (Elsevier Inc, 2017).
Nurfitriani & Ariesta, D. M. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) Pada Pasien Poliklinik Paru di RSUD Meuraxa. J. Sains Ris. 11, 458 (2021).
Scichilone, N. et al. The patient journey in Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD): a human factors qualitative international study to understand the needs of people living with COPD. BMC Pulm. Med. 23, 1–15 (2023).
Gan, W. Q., Man, S. F. P., Postma, D. S., Camp, P. & Sin, D. D. Female smokers beyond the perimenopausal period are at increased risk of chronic pulmonary disease: A systematic review and meta-analysis. Respir. Res. 7, 1–9 (2019).
Lukito, A. Hubungan Faktor Resiko Dengan Kejadian Pada Penyakit Paru Obstruksi Kronik Di Puskesmas Mandala. J. Penelit. Keperawatan Med. 1, 43–47 (2019).
Isakh, B. M., Eryando, T., Hananto, M. & Hermawan, A. Pajanan Polutan Dalam/Luar Rumah dan Kejadian Penyakit Paru Obstruktif Kronis Pada Responden Studi Kohor PTM di Kota Bogor Provinsi Jawa Barat. J. Ekol. Kesehat. 16, 140–149 (2017).
Safitri, Y. Faktor Risiko yang Berhubungan dengan Derajat Keparahan Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK). Semarang (Universitas Negeri Semarang, 2016).
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Jurnal Cendikia Muda
Diterbitkan oleh :
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)
Akademi Keperawatan Dharma Wacana
Jl. Kenanga No.03 Mulyojati 16C Metro Barat Kota Metro Lampung
Telp. 0725-46685
Faks. 0725-46685
Email: jurnalcendikiamuda@akperdarmawacana.ac.id