PENGARUH POSISI MIRING UNTUK MENGURANGI RESIKO DEKUBITUS PADA PASIEN STROKE

Hasraf Novalarik Herly1* Sapti Ayubbana2 Senja Atika Sari3
(1) Akper Dharma wacana
(2) Akper Dharma Wacana
(3) Akper Dharma Wacana
(*) Corresponding Author

Abstract

Stroke menjadi penyebab utama kematian dan kelemahan serta penurunan kesadaran dengan beban penyakit yang semakin meningkat dua kali lipat di Indonesia. Kelemahan dan penurunan kesadaran dapat memperpanjang waktu perawatan dan tirah baring sehingga berisiko tinggi terjadinya luka decubitus apabila 24 - 48 jam setelah serangan tidak segera dilakukan mobilisasi dini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi efektifitas pemberian posisi miring dalam pencegahan luka tekan pada pasien stroke yang mengalami kelemahan dan peurunan kesadaran, Pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan penilaian risiko dekubitus dengan skala Norton, penilaian dari skore 4 - 20. Tindakan keperawatan yang dilakukan pemberian posisi miring setiap 2 jam. Hasil studi kasus menunjukkan pemberian posisi miring setiap 2 jam terbukti efektif menurunkan risiko dekubitus yang dibuktikan dengan kenaikan skor skala Norton. Kesimpulan: pemberian posisi miring setiap 2 jam terbukti efektif menurunkan risiko dekubitus. Diharapkan perawat/keluarga menerapkan pemberian posisi miring setiap 2 jam sedini mungkin untuk pencegahan dekubitus.

 

Kata Kunci          : Dekubitus, Posisi Miring, Stroke

 

 

Full Text:

PDF

References


WHO. (2017). Cardiovascular diseases (CVDs). Diambil 7 Maret 2019, dari https://www.who.int/news-room/factsheets /detail/.

Kemenkes RI. (2018). Hasil Utama Riskesdas 2018. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.

Smeltzer, S. C. (2018). Keperawatan Medikal Bedah Brunner & Suddarth. (E. A.Mardella, Ed., D. Yulianti & A. Kimin, Penerj.) (Edisi 12). Jakarta: Buku Kedokteran EGC.

Suratun, Heryati, Manurung, S., & Raenah, E. (2008). Asuhan Keperawatan Klien Gangguan Sistem Muskuloskeletal. Jakarta: Buku Kedokteran EGC.

Potter, P. A., & Perry, A. G. (2010). Fundamental of Nursing: Fundamental Keperawatan. (D. N. Fitriani, O. Tampubolon, & F. Diba, Penerj.), Buku 3 (Edisi 7). Singapura: Elsevier Inc.

Darliana, Devi. Kebutuhan Aktivitas dan Mobilisasi. Fakultas Keperawatan Universitas Syiah Kuala. Banda Aceh,2014.

Wijaya, A. S., & Putri, Y. M. (2013). KMB 2 Keperawatan Medikal Bedah:keperawatan dewasa. Buku 2 (Edisi 1). Yogyakarta: Nuha Medika.

Muttaqin, A. (2011). Buku Ajar Asuhan Keperawatan Klien dengan Gangguan Sistem Persarafan. Jakarta: Salemba Medika.

Black, J. M., & Hawks, J. H. (2014). Keperawatan Medikal Bedah: Manajemen Klinis untuk Hasil yang Diharapkan. (A. Suslia & P. P. Lestari, Ed., R. A. Nampira, Yudhistira, & S. citra Eka, Penerj.) (Edisi 8, Vol. 3). Singapura: ElsevierInc


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal Cendikia Muda

Diterbitkan oleh :
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)
Akademi Keperawatan Dharma Wacana
Jl. Kenanga No.03 Mulyojati 16C Metro Barat Kota Metro Lampung
Telp. 0725-46685
Faks. 0725-46685
Email: jurnalcendikiamuda@akperdarmawacana.ac.id