PENERAPAN MANAJEMEN NYERI DISTRAKSI STORY TELLING PADA ANAK PRASEKOLAH (3-5 TAHUN) SAAT TINDAKAN INVASIF PEMASANGAN INFUS

Siti Novitasari1* Immawati Immawati2 Sri Nurhayati3
(1) 
(2) 
(3) 
(*) Corresponding Author

Abstract

Seorang anak dirawat di rumah sakit akan mudah mengalami krisis karena anak mengalami stres
akibat perubahan status kesehatannya maupun lingkungannya dalam kebiasaan sehari-hari. Salah
satu hal yang menyulitkan perawat dalam melakukan tindakan invasif pada anak adalah timbulnya
kecemasan, ketidak nyamanan, dan trauma akibat rasa sakit yang dialami selama tindakan invasif.
Teknik distraksi dapat dilakukan untuk mengalihkan perhatian klien dari nyeri adalah dengan
mendengarkan story telling.Tujuan menggambarkan distraksi story telling dalam mengatasi
masalah keperawatan nyeri pada anak prasekolah saat tindakan invasif pemasangan infus. Metode:
menggunakan desain studi kasus. Subjek yang digunakan adalah anak usia prasekolah yang
mengalami nyeri saat tindakan invasif pemasangan infus. Hasil: Penerapan distraksi Story telling
menggunakan skala nyeri Wong-Baker dan menggunakan skala nyeri FLACC berada pada skala
nyeri sedang. Kesimpulan:Penerapan distraksi story telling yang dilakukan penulis mampu
menunjukkan gambaran perubahan nyeri pada pasien. Bagi ibu yang anaknya mengalami trauma
akibat tindakan invasif pemasangan infus dapat menggunakan distraksi story telling sebagai salah
satu alternatif manajemen nyeri pada anak akibat tindakan yang tidak menyenangkan.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal Cendikia Muda

Diterbitkan oleh :
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)
Akademi Keperawatan Dharma Wacana
Jl. Kenanga No.03 Mulyojati 16C Metro Barat Kota Metro Lampung
Telp. 0725-46685
Faks. 0725-46685
Email: jurnalcendikiamuda@akperdarmawacana.ac.id