PENERAPAN CLAPPING DAN BATUK EFEKTIF TERHADAP PENGELUARAN SPUTUM PADA PASIEN PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF KRONIK (PPOK)

Andri Nur Rohman1* Nury Lutfiyatil Fitri2 Janu Purwono3
(1) 
(2) 
(3) 
(*) Corresponding Author

Abstract

Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) atau chronic obstructive pulmonary disease (COPD)
merupakan suatu istilah yang sering digunakan untuk sekelompok penyakit paru-paru yang
berlangsung lama dan ditandai oleh peningkatan resistensi terhadap aliran udara sebagai
gambaran patofisiologi utamanya. Pada pasien yang menderita PPOK, terjadi peningkatan
jumlah mukus yang kental sehingga menyebabkan kerja silier terganggu, mengakibatkan sulit
untuk membersikan mukus (sekret) di jalan napas. Salah satu penatalaksanaan non farmakologi
yang dapat dilakukan adalah clapping dan batuk efektif. Tujuan penerapan ini adalah untuk
membantu mengeluarkan sputum pada pasien PPOK melalui penerapan clapping dan batuk
efektif. Rancangan karya tulis ilmiah ini menggunakan desain studi kasus (case study). Analisa
data dilakukan menggunakan analisis deskriptif. Hasil penerapan menunjukkan bahwa setelah
dilakukan clapping dan batuk efektif, pengeluaran sputum pada subyek mengalami
peningkatan. Bagi pasien dan keluarga dengan PPOK yang sulit mengeluarkan sputum,
hendaknya dapat melakukan teknik clapping dan batuk efektif secara mandiri karena clapping
dan batuk efektif dapat membantu mengeluarkan sputum.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal Cendikia Muda

Diterbitkan oleh :
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)
Akademi Keperawatan Dharma Wacana
Jl. Kenanga No.03 Mulyojati 16C Metro Barat Kota Metro Lampung
Telp. 0725-46685
Faks. 0725-46685
Email: jurnalcendikiamuda@akperdarmawacana.ac.id