PENGARUH BODY MASS INDEX DENGAN PREVALENSI DAN DERAJAT GEJALA PMS PADA MAHASISWI AKADEMI KEPERAWATAN DHARMA WACANA METRO

Nia Risa Dewi1*
(1) Akademi keperawatan Dharma Wacana Metro Jl.Kenanga no.3 16.c Mulyojati Kota Metro Lampung
(*) Corresponding Author

Abstract

Pre Menstrual syndrome (PMS)  merupakan sekumpulan gejala yang di mulai satu minggu sampai beberapa hari sebelum datangnya haid, dan menghilang sesudah haid datang. Jenis penelitian deskrptif dengan rancangan penelitian Cross Sectional, bertujuan mengetahui prevalensi dan pengaruh  antara Body Mass Index (BMI) dengan prevalensi PMS dan derajat gejala PMS pada mahasiswi Akper Dharma Wacana Metro. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswi Akper Dharma Wacana Metro tingkat I, II dan III Tahun ajaran 2013/ 2014. Sampel penelitian sebanyak 82 responden. Hasil analisis diperoleh sebagian besar responden (89 %) menderita PMS. Analisis derajat gejala PMS terhadap 73 responden yang mengalami PMS diperoleh 80,8% mengalami gejala PMS ringan, 19,2% mengalami gejala PMS sedang dan 0% mengalami gejala PMS berat. Sebanyak 56,1% responden dengan berat badan normal. 34,1% dengan  berat badan kurang dan hanya sebagian kecil (9,8%) dengan berat badan berlebih. Uji chi square diperoleh kesimpulan tidak ada perbedaan proporsi kejadian PMS antara mahasiswi yang mempunyai berat badan kurang, berat badan normal dan berat badan berlebih (p value = 0,067). Artinya tidak ada pengaruh BMI dengan prevalensi PMS.  Selain itu, tidak ada perbedaan proporsi derajat gejala PMS  antara mahasiswi yang mempunyai berat badan kurang, berat badan normal dan berat badan berlebih      (p value = 0,079). Artinya tidak ada pengaruh BMI dengan derajat gejala PMS. Kejadian PMS dapat dicegah dan diminimalisir dengan cara modifikasi pola hidup dengan cara komunikasi masalah PMS dengan orang terdekat, dengan penurunan asupan garam dan karbohidrat, penurunan konsumsi kafein dan olahraga secara teratur.

Full Text:

PDF

References


Wiknjosastro, H. 2005. Ilmu Kebidanan. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo

Health Media Nutrition Series. 1996. Women And Nutrition. Jakarta: Bumi Aksara

Deuster PA, Adera T, South-Paul J. 1999. Biological, social, and behavioral factors ssociated with premenstrual syndrome. Arch Fam Med. Mar-Apr;8(2):122-8. http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/10101982

Julia Potter, Jean Bouyer, James Trussell, and Caroline Moreau. Journal of Women's Health. January 2009, 18(1): 31-39. doi:10.1089/jwh.2008.0932.

Dewi., N. R. 2012. Prevalensi, derajat gejala, tipe dan faktor resiko Pre Menstrual Syndrome. http://eprints.unsri.ac.id/5158/

Supriyono, Bambang (2003) tentang Hubungan Indeks Massa Tubuh dengan Sindrom Prahaid. Thesis, Universitas Diponegoro. http://eprints.undip.ac.id/12280/

Saryono dan Sejati. .2009. Sindrom Premenstruasi . Yogyakarta : Nuha Medika

Rayburn, W. 2001. Obstetri dan Ginekologi. Jakarta : Widya Medika




DOI: https://doi.org/10.52822/jwk.v1i1.25

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




___________________________________________________________________
Jurnal Wacana Kesehatan
ISSN 2088-5776 (print) | 2541-6251 (online)
Managed by: Research and Community Service Institute
Published by: Fakultas Kesehatan Universitas Dharma Wacana Metro
W: https://www.jurnal.akperdharmawacana.ac.id/
E: lppmakdw@gmail.com

a This work is licensed Under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Creative Commons License