IMPLEMENTASI DEEP BREATHING EXERCISE TERHADAP NYERI DADA PASIEN CORONARY ARTERY DISEASE (CAD)
(1) Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Dharma Wacana
(2) Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Dharma Wacana
(3) Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Dharma Wacana
(*) Corresponding Author
Abstract
Pola hidup tidak sehat seperti kurangnya aktivitas fisik, perilaku merokok maupun mengkonsumsi makanan berpengawet telah berkontribusi terhadap terjadinya coronary artery disease (CAD) yaitu sebuah penyakit yang terjadi akibat aterosklerosis pada arteri koroner. CAD memiliki gejala khas berupa nyeri dada dan kondisi ini dapat mengganggu kenyamanan serta kualitas hidup pasien. Penatalaksanaan nyeri pada pasien CAD dapat dilakukan melalui pendekatan farmakologis maupun nonfarmakologis. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang direkomendasikan adalah deep breathing exercise, sebuah teknik relaksasi yang mampu menimbulkan rasa tenang, meningkatkan kenyamanan, serta memberikan efek distraksi terhadap persepsi nyeri. Tujuan implementasi ini adalah mengidentifikasi nyeri dada pasien coronary artery disease (CAD) sebelum dan sesudah pemberian deep breathing exercise. Rancangan karya tulis ilmiah ini menggunakan desain studi kasus. Responden yang digunakan dua pasien CAD yang mengalami nyeri dada. Analisa data dilakukan menggunakan analisis deskriptif. Hasil studi menunjukkan bahwa usia, jenis kelamin, perilaku merokok dan IMT merupakan faktor risiko yang memengaruhi nyeri dada pasien CAD. Sebelum implementasi deep breathing exercise, nyeri dada kedua subjek berada dalam kategori nyeri sedang, dan setelah implementasi deep breathing exercise, nyeri dada kedua subjek berada dalam kategori nyeri ringan. Disimpulkan bahwa deep breathing exercise efektif dalam mengurangi nyeri dada pasien CAD.
Full Text:
PDFReferences
Ralapanawa, U. & Sivakanesan, R. Epidemiology and the magnitude of coronary artery disease and acute coronary syndrome: A narrative review. J. Epidemiol. Glob. Health 11, 169–177 (2021).
WHO. Cardiovascular diseases (CVDs). 1–3 (2024). Tersedia pada: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/cardiovascular-diseases-(cvds). (Diakses: 20 April 2023)
Kemenkes RI. Survei Kesehatan Indonesia Tahun 2023 (SKI) Dalam Angka. Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan, 2024).
LeMone, P., Burke, K. M. & Bauldoff, G. Buku ajar keperawatan medikal bedah. 3, (Buku Kedokteran EGC, 2019).
Brown, J. C., Gerhardt, T. E. & Kwon, E. Risk Factors for Coronary Artery Disease. StatPearls [Internet] 05, 1–21 (2023).
Cahyati, A. & Herliana, L. Relaksasi Benson Dan Pengaruhnya Terhadap Nyeri Pasien Rawat Inap Penyakit Arteri Koroner (CAD). J. Penelit. Kesehat. Suara Forikes 13, 51–56 (2022).
LeMone, P., Burke, K. M. & Bauldoff, G. Buku ajar keperawatan medikal bedah. 1, (Buku Kedokteran EGC, 2019).
Setyoadi & Kushariyadi. Terapi Modalitas Keperawatan Pada Klien Psikogeriatrik. (Salemba Medika, 2021).
Nurgiwiati, E. Terapi Alternatif & Komplementer Dalam Bidang Keperawatan. (In Media, 2019).
Azhari, M. H. & Delvia, S. Studi Literatur Penerapan Teknik Relaksasi Nafas Dalam Terhadap Penurunan Skala Nyeri Dada Akut Pada Pasien Dengan Congestive Heart Failure (CHF). J. Kesehat. Akper Kesdam II Sriwij. Palembang 11, 1689–1699 (2022).
Asykur, M. N. S. F., Mawaddah, N. & Prastya, A. Pengaruh Teknik Relaksasi Napas Dalam Terhadap Nyeri Dan Ansietas Pada Pasien Acute Coronary Syndrom. Repository.Stikesmajapahit.Ac.Id 1, 1–11 (2022).
Triyuliadi, A., Gandini, A. L. A. & Setiani, D. Pengaruh Relaksasi Nafas Dalam Kombinasi Terapi Farmakologi Terhadap Nyeri Pada Pasien Stemi Saat Trombolisis di IGD RSD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Tanjung Selor. Aspiration Heal. J. 1, 346–353 (2023).
Anggriana, G. Upaya Penurunan Nyeri Akut Pada Pasien Congestive Heart Failure. Naskah Publ. Univ. Muhammadiyah Surakarta 1, 1–8 (2019).
Zakiyah, A. Nyeri: Konsep dan Penatalaksanaan dalam Praktek Keperawatan Berbasis Bukti. (Salemba Medika, 2018).
Lautenbacher, S., Peters, J. H., Heesen, M., Scheel, J. & Kunz, M. Age changes in pain perception: A systematic-review and meta-analysis of age effects on pain and tolerance thresholds. Neuroscience and Biobehavioral Reviews 75, 104–113 (2017).
Bartley, E. J. & Fillingim, R. B. Sex differences in pain: a brief review of clinical and experimental findings. BJA Br. J. Anaesth. 111, 52–58 (2018).
Benowitz, N. L. & Burbank, A. D. Cardiovascular Toxicity of Nicotine: Implications for Electronic Cigarette Use. Cardiovasc. Toxic. Nicotine Implic. Electron. Cigar. Use 176, 139–148 (2019).
Black, J. M. & Hawks, J. H. Keperawatan Medikal Bedah: Manajemen Klinis untuk Hasil yang Diharapkan. 3, (Elsevier Inc, 2019).
Goyal, A. & Yusuf, S. The burden of cardiovascular disease in the Indian subcontinent. Indian J. Med. Res. 124, 235–244 (2019).
Paquet, A., Plansont, B., Labrunie, A., Malauzat, D. & Girard, M. Past Pain Experience and Experimentally induced Pain Perception. Issues Ment. Health Nurs. 38, 1013–1021 (2019).
Pertiwi, R. A. & Prihati, D. R. Penerapan Slow Deep Breathing Untuk Menurunkan Keletihan Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik. J. Manaj. Asuhan Keperawatan 4, 14–19 (2020).
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Jurnal Cendikia Muda
Diterbitkan oleh :
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)
Akademi Keperawatan Dharma Wacana
Jl. Kenanga No.03 Mulyojati 16C Metro Barat Kota Metro Lampung
Telp. 0725-46685
Faks. 0725-46685
Email: jurnalcendikiamuda@akperdarmawacana.ac.id