IMPLEMENTASI EDUKASI DAN SIMULASI SENAM KAKI DIABETES TERHADAP KADAR GULA DARAH DAN RISIKO TERJADINYA ULKUS DIABETIK PADA PASIEN DIABETES MELITUS TYPE 2
(1) Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Dharma Wacana
(2) Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Dharma Wacana
(3) Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Dharma Wacana
(*) Corresponding Author
Abstract
Diabetes Melitus (DM) tipe 2 merupakan penyakit kronis yang dapat menimbulkan komplikasi serius, salah satunya ulkus pada kaki akibat neuropati dan gangguan sirkulasi. Edukasi dan simulasi senam kaki diyakini efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan perilaku perawatan kaki pada pasien DM. Tujuan dari implementasi ini adalah untuk mengetahui pengaruh implementasi edukasi dan simulasi senam kaki terhadap kadar gula darah dan risiko terjadinya ulkus diabetik pada pasien DM tipe 2. Rancangan karya tulis ilmiah ini menggunakan desain studi kasus (case study). Subyek yang digunakan yaitu dua pasien DM tipe 2 sesuai dengan kriteria inklusi. Analisa data dilakukan menggunakan analisa diskriptif dengan melihat tingkat pengetahuan, nilai GDS, dan skor monofilament untuk melihat risiko ulkus diabetik sebelum dan sesudah dilakukan edukasi dan simulasi senam kaki diabetes. Implementas ini dilakukan selama 3 hari berturut-turut dengan durasi waktu 10-15 menit. Hasil implementasi sebelum dilakukan senam kaki pada subyek tingkat pengetahuanya dalam kategori cukup dengan presentasi 60%, nilai GDS dalam kategori diabetes dengan nilai 225mg/dl, dan skor monofilament yaitu 3 dimana nilai ini dalam kategori risiko tinggi terserang ulkus diabetes. Sedangkan untuk subyek II tingkat pengetahuanya dalam kategori baik dengan presentasi 74%, nilai GDS dalam kategori prediabetes dengan nilai 150mg/dl, dan skor monofilament yaitu 8 dimana nilai ini dalam kategori risiko rendah terserang ulkus diabetes. Setelah dilakukan senam kaki subyek I tingkat pengetahuanya dalam kategori baik dengan presentasi 100%, nilai GDS dalam kategori prediabetes dengan nilai 170 mg/dl, dan skor monofilament yaitu 8 dimana nilai ini dalam kategori risiko rendah terserang ulkus diabetes. Sedangkan untuk subyek II tingkat pengetahuanya dalam kategori baik dengan presentasi 100%, nilai GDS dalam kategori normal dengan nilai 108mg/dl, dan skor monofilament yaitu 10 dimana nilai ini dalam kategori risiko rendah terserang ulkus diabetes. Kesimpulan implementasi edukasi dan simulasi senam kaki diabetes efektif meningkatkan pengetahuan, menurunkan nilai GDS, dan menurukan risiko terjadinya ulkus pada pasien DM tipe 2. Pasien diabetes melitus disarankan untuk melakukan senam kaki diabetes secara rutin dan mandiri di rumah serta menerapkan edukasi perawatan kaki yang telah diberikan untuk mencegah terjadinya komplikasi ulkus diabetikum.
Full Text:
PDFReferences
Marathe, P. H., Gao, H. X., & Close, K. L. (2017). American Diabetes Association Standards of Medical Care in Diabetes 2017. Journal of Diabetes, 9(4), 320–324. https://doi.org/10.1111/1753-0407.12524
Jasmani. (2016). Edukasi Dan Kadar Glukosa Darah Pada Pasien Diabetes. Jurnal Keperawatan. Volume XII, No. 1
Situmeang, A., Sinaga, M., & Simamora, H. (2019). Efektivitas aktivitas fisik dan pola makan terhadap kecepatan pengendalian kadar gula darah pada penderita DM. Jurnal Keperawatan Dan Fisioterapi (JKF), 2(1), 47-51.
Hadi, R., Yulendasari, R., & Andoko, A. (2025). Pengaruh Aktivitas Jalan Kaki terhadap Penurunan Kadar Gula Darah Sewaktu pada Pasien Diabetes Melitus di Puskesmas Panjang Bandar Lampung. Malahayati Nursing Journal, 7(3), 1035-1045.
Tandiarrang, G. P., Fatmawati, N. K., & Danial, D. (2021). Hubungan Durasi Terdiagnosis Diabetes Melitus Tipe 2 dan Kejadian Hipertensi dengan Terjadinya Makula Edema pada Retinopati Diabetik. Jurnal Sains Dan Kesehatan, 3(3), 424. https://doi.org/10.25026/jsk.v3i3.22.
Nishida, Y., & Watada, H. (2024). The Up-to-date Treatment for Diabetes and Prevention of its Complications. Juntendo Iji zasshi = Juntendo medical journal, 70(6), 400–407. https://doi.org/10.14789/ejmj.JMJ24-0030-R.
Primadani, A. F., & Safitri, D. N. P. (2021). Proses Penyembuhan Luka Kaki Diabetik Dengan Perawatan Luka Metode Moist Wound Healing. Ners Muda, 2(1), 9. https://doi.org/10.26714/nm.v2i1.6255.
Wahyuningsih, S. Kep. N. B. D. (2022). Range Of Motion Exercise Increase Foot Sensitivity Of People With Diabetes Mellitus Type II. Buletin Pengabdian Masyarakat, 8(1),35. https://doi.org/10.33023/jpm.v8i1.973..
Notoatmodjo . (2015). Metode Penelitian Kesehatan. Jakarta : Rineka Cipta
Putri, R. D., Sari, K. M., & Santosa, A. (2018). Efektivitas senam kaki terhadap penurunan kadar gula darah dan risiko ulkus diabetikum pada pasien DM tipe 2. Jurnal Keperawatan Indonesia, 21(3),195–204. https://doi.org/10.7454/jki.v21i3.532
Santosa, A., Sari, K. M., & Wahyuni, R. (2016). Pengaruh senam kaki diabetes terhadap sensitivitas kaki pada pasien DM tipe 2. Jurnal Keperawatan Soedirman, 11(2),92–101. https://doi.org/10.20884/1.jks.2016.11.2.602
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Jurnal Cendikia Muda
Diterbitkan oleh :
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)
Akademi Keperawatan Dharma Wacana
Jl. Kenanga No.03 Mulyojati 16C Metro Barat Kota Metro Lampung
Telp. 0725-46685
Faks. 0725-46685
Email: jurnalcendikiamuda@akperdarmawacana.ac.id