PENERAPAN “MIRROR THERAPY†TERHADAP PERUBAHAN KEKUATAN OTOT DAN RENTANG GERAK PADA PASIEN STROKE NON HEMORAGIK DENGAN HEMIPARASE DI KOTA METRO

Nova Wahyu Valentina1* Indhit Tri Utami2 Nury Luthfiyatil Fitri3
(1) Akademi Keperawatan Dharma Wacana
(2) Akademi Keperawatan Dharma Wacana
(3) Akademi Keperawatan Dharma Wacana
(*) Corresponding Author

Abstract

Stroke merupakan kelainan fungsi otak yang timbul mendadak yang disebabkan karena terjadinya gangguan peredaran darah otak. Masalah yang sering dialami oleh penderita stroke dan yang paling ditakuti adalah gangguan gerak. Tujuan umum dari penerapan mirror therapy adalah untuk meningkatkan kekuatan otot dan memperluas rentang gerak sendi pada pasien Stroke Non Hemoragik dengan Hemiparese. Penerapan ini menggunakan metode studi kasus yang dilakukan 2 kali sehari dalam 5 hari. Subyek yang digunakan sebanyak 2 orang pasien yang di diagnosa Stroke Non Hemoragik dengan Hemiparese di RSUD Jend. Ahmad Yani Metro. Hasil penerapan menunjukkan bahwa setelah diberikan penerapan mirror therapy selama 4 hari mengalami peningkatan kekuatan otot dari yang sebelumnya bernilai 4444 pada tangan kanan dan 5555 pada tangan kiri menjadi 5555 pada tangan kanan dan 5555 pada tangan kiri. Hasil penerapan pada subyek II setelah dilakukan penerapan mirror therapy selama 5 hari mengalami peningkatan kekuatan otot dari yang sebelumnya bernilai 0000 pada tangan kiri dan 5555 pada tangan kanan menjadi 2222 pada tangan kiri dan 5555 pada tangan kanan. Penerapan mirror therapy juga dapat memperluas rentang gerak sendi pada kedua subyek setelah dilakukan penerapan pada hari ke empat dan lima. Penerapan ini menunjukan bahwa mirror therapy dapat meningkatkan kekuatan otot dan memperluas rentang gerak sendi pada pasien stroke yang terkena hemiparesis. Bagi pasien yang mengalami hemiparesis, diharapkan dapat melakukan mirror therapy untuk meningkatkan kekuatan otot dan memperluas rentang gerak sendi.

Full Text:

PDF

References


Graha. 2019. Masase Terapi Penyakit

Degeneratif. Yogyakarta: UNY Press.

Black & Hawks. 2014. Keperawatan

Medikal Bedah: Manajemen Klinis untuk

Hasil yang Diharapkan. Edisi ke 8-Buku 3.

Jakarta: Salemba Medika.

Tarwoto. 2013. Keperawatan Medikal

Bedah: Gangguan Sistem Persarafan. Edisi

II. Jakarta: CV Sagung Seto.

WHO. 2018. Prevalensi Stroke di Dunia.

Retrieved from

https://www.wartaekonomi.co.id/read2718

/atroke-pembunuh-nomor-2-duniabegini-cara-tangani-penderitanya. Di

Download 20 April 2021, Dilihat Pukul

20 WIB.

Riskesdas. (2018). Riset Kesehatan Dasar.

Badan Penelitian dan Pengembangan

Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.

RSUD Ahmad Yani Metro. (2020). 10

Besar Penyakit Syaraf Pasien Rawat Inap

RSUD Jend. A. Yani Metro 2020.

Arif, Mustika, & Primal. 2019. Pengaruh

Terapi Cermin Terhadap Kemampuan Kerja Puskesmas Kumpulan Kabupaten

Pasaman Tahun 2018. Jurnal Kesehatan

Perintis (Perintis’s Health Journal), 6 (1),

-53.

Sengkey, L. S., & Pandeiroth, P. 2014.

Mirror Therapy In Stroke Rehabilitation.

Jurnal Biomedik (JBM), Vo lume 6, Nomor

, Hlm. 84-90.

Setiyawan, nurley, P. S., & Harti, A. S.

Pengaruh Mirror Therapy Terhadap

Kekuatan Otot Eksremitas Pada Pasien

Stroke Di Rsud Dr. Moewadir. Jurnal

Kesehatan Masyarakat, Vol. 7, No. 1,

P=ISSN2338=6347, Hlm. 49-61.

Wayunah & Saefulloh. 2016. Analisis

Faktor Yang Berhubungan Dengan

Kejadian Stroke Di RSUD Indramayu.

Jurnal Pendidikan Keperawatan Indonesia.

;2(2):65-76

Guyton & Hall. 2011. Buku Ajar Fisiologi

Kedokteran. Singapore: eslsevier

Anggi, P. 2017. Prosedur Mirror Therapy

Pada Pasien Stroke. In Seminar Nasional

Keperawatan (Vol. 1, No. 1, pp. 157-163).


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal Cendikia Muda

Diterbitkan oleh :
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)
Akademi Keperawatan Dharma Wacana
Jl. Kenanga No.03 Mulyojati 16C Metro Barat Kota Metro Lampung
Telp. 0725-46685
Faks. 0725-46685
Email: jurnalcendikiamuda@akperdarmawacana.ac.id