PENERAPAN AROMATERAPI LAVENDER TERHADAP PASIEN NYERI KEPALA DI RUANG SARAF RSUD JEND. AHMAD YANI METRO
(1) Akademi Keperawatan Dharma Wacana
(2) Akademi Keperawatan Dharma Wacana
(3) Akademi Keperawatan Dharma Wacana
(*) Corresponding Author
Abstract
Nyeri merupakan suatu hal yang tidak menyenangkan, bersifat subyektif dan dapat mengganggu aktivitas penderita. Pasien yang merasakan nyeri sering kali kesulitan melakukan aktivitas sehari-hari dan nyeri kepala yang menetap juga akan mengganggu konsentrasi pasien. Manajemen nyeri sangat penting karena dapat meningkatkan kualitas hidup, mengurangi ketidaknyamanan secara fisik.. Terapi nonfarmakologi yang dapat digunakan dalam mengatasi nyeri kepala diantaranya adalah aromaterapi. Penerapan ini bertujuan untuk  menurunkan nyeri kepala menggunakan aromaterapi lavender di Ruang Saraf RSUD Jend. Ahmad Yani Metro.Rancangan karya tulis ilmiah ini menggunakan desain studi kasus. Subjek yang digunakan dua orang pasien nyeri kepala di ruang Saraf RSUD Jend. Ahmad Yani Metro. Analisa data dilakukan menggunakan analisis deskriptif. Hasil penerapan menunjukkan sebelum di lakukan terapi intensitas nyeri pada subjek I berada pada rentang nyeri sedang ( sekala 5), pada subyek II berada pada rentang nyeri ringan(sekala 3) dan setelah di lakukan terapi pada subyek I dan II berada pada rentan nyeri ringan (sekala 1). Penerapan ini membuktikalah bahwa aromaterapi efektif untuk menurunkan nyeri kepala. Disarankan agar penderita nyeri kepala hendaknya dapat menggunakan aromaterapi sebagai salah satu alternatif untuk membantu menurunkan intensitas nyeri.
Full Text:
PDFReferences
Kurniawan, B. C. (2019). Peran Anamnesis Terhadap Kesembuhan Pasien Cephalgia. https://doi.org/10.31227/osf.io/35m4r
Hidayati, H. B. (2016). Pendekatan Klinisi Dalam Manajemen Nyeri Kepala (The clinician’s approach to the management of headache). Malang Neurology Journal, 02(02), 89–97. https://doi.org/10.21776/ub.mnj.2016.002.02.7
WHO. (2016). Headache disorders. Diambil dari World Health Organization website: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/headache-disorders
Haryani, S., Tandy, V., Vania, A., & Barus, J. (2018). Penatalaksanaan Nyeri Kepala pada Layanan Primer. Callosum Neurology, 1(3), 83–90. https://doi.org/10.29342/cnj.v1i3.16
Cuciati, Wardy, A., & Irawati, D. (2016). Pengaruh Relaksasi (Aromaterapi Lavender) Terhadap Penurunan Skala Nyeri Pada Klien Cephalgia Primer (Migren) Di Puskesmas Margadana Kota Tegal Tahun 2016. FIK UMJ, 1(1), 1–9.
Solehati, T., & Kosasih, C. E. (2015). Konsep & Aplikasi Relaksasi dalam Keperawatan Maternitas (Anna, Ed.). Bandung: PT. Refika Aditama
Haryanto, J., Kusnanto, Suarilah, I., & Priyanti, R. P. (2017). Aromaterapi Menurunkan Tingkat Nyeri Kepala Penderita Migren. Jurnal Ners, 2(2), 61–66
Sitepu, R. A. A. B. (2021). Hubungan Penggunaan Aromaterapi Dengan Penurunan Nyeri Kepala Primer Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara. Universitas Sumatera Utara.
Neuhauser, H. K. (2016). The epidemiology of dizziness and vertigo. Handbook of Clinical Neurology, 137(1), 67–82. https://doi.org/10.1016/B978-0-444-63437-5.00005-4
Sukarto, A. (2019). Hubungan Jumlah faktor Risiko Vaskular dengan Kejadian Penyakit Vertigo Sentral atau Perifer di Rumah sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medak. Universitas Sumatera Utara.
Jatmiputri, S. S. (2016). Pengaruh Stres Kerja dan Nyeri Kepala Pada Pekerja Ground Handling ( Studi Kasus di Bandara Ahmad Yani Semarang ) Laporan Hasil. 6(2), 1244–1252.
Ramadhan, M. R., & Zettira, O. Z. (2017). Aromaterapi Bunga Lavender ( Lavandula angustifolia ) dalam Menurunkan Risiko Insomnia. Fakultas Kedokteran Universitas Lampung, 6(1), 60–63.
Bachrudin, M. (2017). Patofisiologi nyeri. Simposium nyeri, 13(1), 11–29.
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Jurnal Cendikia Muda
Diterbitkan oleh :
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)
Akademi Keperawatan Dharma Wacana
Jl. Kenanga No.03 Mulyojati 16C Metro Barat Kota Metro Lampung
Telp. 0725-46685
Faks. 0725-46685
Email: jurnalcendikiamuda@akperdarmawacana.ac.id