PENERAPAN TERAPI RENDAM KAKI DENGAN AIR HANGAT PADALANSIA DENGAN HIPERTENSI TERHADAP PENURUNANTEKANAN DARAH DI WILAYAH PUSKESMAS YOSOMULYO

Yanti Oktavia1* Ludiana Ludiana2 Janu Purwono3
(1) Akper Dharma Wacana
(2) Akper Dharma Wacana
(3) Akper Dharma Wacana
(*) Corresponding Author

Abstract

Salah satu gangguan kesehatan yang paling banyak dialami oleh lansia terdapat pada sistem kardiovaskuler, salah satunya hipertensi. penderita hipertensi dalam pengobatannya tidak hanya menggunakan obat-obatan, tetapi bisa juga menggunakan alternatif nonfarmakologi salah satunya yaitu penggunaan terapi air hangat yang bertujuan untuk meningkatkan sirkulasi darah, mengurangi edema, relaksasi otot menjadi meningkat, menyehatkan jantung, menghilangkan stres, meringankan kekuatan otot, meringankan rasa sakit, meningkatkan permeabilitas kapiler, memberikan kehangatan pada tubuh sehingga bermanfaat untuk terapi penurunan tekanan darah pada hipertensi. Prinsip kerja terapi ini adalah menggunakan air hangat yang bersuhu 40,5_43oC   secara konduksi dimana terjadi perpindahan panas dari air hangat ke tubuh sehingga akan menyebabkan pelebaran pembuluh darah dan dapat menurunkan ketegangan otot. Rancangan karya tulis ilmiah ini menggunakan desain studi kasus (case study). Subyek yang digunakan 1 (satu) orang pasien hipertensi derajat 1 di puskesmas Yosomulyo. Analisa data dilakukan menggunakan alainsa deskritif . Hasil tekanan darah sebelum  dilakukan penerapan pemberian terapi rendam kaki dengan air hangat 150/100 mmHg dan setelah dilakukan penerapan rendam kaki dengan air hangat selama 3 hari terjadi penurunan tekanan darah menjadi 120/80 mmHg. kesimpulan adalah terapi rendam kaki dengan air hangat dapat menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi derajat 1.

Kata Kunci           : Hipertensi, Terapi rendam kaki air hangat, lansia.

Full Text:

PDF

References


Brunner & Suddarth. (2018). Keperawatan Medikal Bedah Brunner & Suddarth, Edisi 12. Jakarta : EGC.

Tim Bumi Medika. (2017). Berdamai Dengan Hipertensi. Jakarta: Bumi medika.

Yasinta Asan, Maria Sambriong, Angela M. Gatum. (2016). Perbedaan Tekanan Darah Sebelum Dan Sesudah Terapi Rendam Kaki Air Hangat Pada Lansia Di UPT Panti Sosial Penyantunan Lanjut Usia Budi Agung Kupang. CHM-K Health Jurnal Vol. 11. No.2.

LeMone & Bauldoff, P., Burke, K., M., & Bauldoff, G. (2018). Buku ajar Keperawatan Medikal Bedah, Gangguan Kardiovaskuler. Diagnosis Keperawatan Nanda Pilihan, NIC NOC. Alih Bahasa : Subekti, B.N. Jakarta : EGC

Mukhlis, H., Hardono, N. S. A. H., Purwono, J., & Wahyudi, D. A. (2020). CUPPING THERAPY FOR HYPERTENSIVE PATIENTS: A QUASI-EXPERIMENTAL RESEARCH WITH TIME SERIES DESIGN. Journal of Critical Reviews, 7(14), 1437-1443

Kemenkes RI .(2018). Kementrian Kesehatan Republik Indonesia 2018. Diambil dari>.

Puskesmas Yosomulyo. (2018). Profil Kesehatan Puskesmas Yosomulyo. Kota Metro

Iggrid Evi Dilianti, Erlisa Candrawati, Ragil Catur Adi W. (2017). Efektivitas Hidroterapi Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Lansia Penderita Hipertensi Di Panti Wreda Al-islah malang. Nursing News. Vol.2, No. 3.

Notoadmodjo, S.(2014). Metodelogi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta Jakarta.

Yimmi Syaverdie. (2014). Pengaruh Stres Terhadap Kejadian Hipertensi di Puskesmas Matur Kabupaten Agam.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal Cendikia Muda

Diterbitkan oleh :
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)
Akademi Keperawatan Dharma Wacana
Jl. Kenanga No.03 Mulyojati 16C Metro Barat Kota Metro Lampung
Telp. 0725-46685
Faks. 0725-46685
Email: jurnalcendikiamuda@akperdarmawacana.ac.id