PENERAPAN RANGE OF MOTION (ROM) PASIF UNTUK MENINGKATKAN KEKUATAN OTOT PASIEN PASCA STROKE DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PURWOSARI KEC. METRO UTARA

Annisa Eka Kurniasari1* Janu Purwono2 Ludiana Ludiana3
(1) Akademi keperawatan dharma wacana
(2) Akper dharma wacana
(3) Akper dharma wacana
(*) Corresponding Author

Abstract

Pasien stroke yang mengalami hemiparase (kelemahan) pada satu sisi anggota tubuh disebabkan oleh karena penurunan tonus otot. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia, 15 juta orang menderita stroke di seluruh dunia setiap tahun. Dari jumlah tersebut, 5 juta meninggal dan 5 juta lainnya cacat permanen. Penerapan ini adalah untuk meningkatkan kekuatan otot pada Tn. S dengan stroke di Wilayah kerja Puskesmas Purwosari Kec. Metro Utara tahun 2020. Rancangan karya tulis ilmiah ini menggunakan desain studi kasus (case study). Subyek yang digunakan yaitu pasien pasca Stroke di Wilayah Kerja Puskesmas Purwosari Kec. Metro Utara tahun 2020. Analisa data dilakukan menggunakan analisis deskriptif. Hasil penerapan menunjukkan bahwa setelah dilakukan penerapan range of motion selama 7 hari, terjadi peningkatan kekuatan otot pada Tn. S. Keimpulan: penerapan range of motion dapat meningkatkan kekuatan otot pada pasien pasca stroke non hemoragik. Saran: bagi pasien stroke non hemoragik hendaknya dapat melakukan latihan range of motion secara mandiri karena range of motion dapat membantu meningkatkan kekuatan otot tanpa adanya efek samping.

Kata Kunci      :  Stroke, Kekuatan Otot, Range of Motion (ROM).

Full Text:

PDF

References


Padila. (2012). Keperawatan Medikal Bedah. Yogyakarta: Nuha Medika.

WHO, (2018). Stroke Statistics. Diunduh pada tanggal 06 Maret 2020, Pukul 19.00 WIB dalam web site:http:/www.strokecenter.org/patients/about-stroke/stroke-statistics/.

Kemenkes RI. (2017). Profil Penyakit Tidak Menular. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.

Kemenkes RI. (2018). Laporan Provinsi Lampung Riskesdas 2018. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.

Black, J M & Hawks, J H. (2014). Keperawatan Medikal Bedah. Edisi 8. Buku 3. Jakarta : Salemba Medika.

Andarwati, A. N., Widodo, A., & Setiyawati, W. (2013). Pengaruh Latihan Rom Terhadap Peningkatan Kekuatan Otot Pasien Hemiparese Post Stroke Di Rsud Dr. Moewardi Surakarta (Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah Surakarta).

Murtaqib, M. (2013). Perbedaan Latihan Range of Motion ROM) Pasif dan Aktif selama 1–2 Minggu terhadap Peningkatan Rentang Geak Sendi pada Penderita Stroke di Kecamatan Tanggul Jember. Soedirman Journal of Nursing, 8 (1), 56-68.

Mubarak, W H., Indrawati, L & Susanto, J. (2015). Buku Ajar Ilmu Keperawatan Dasar Buku 1. Jakarta: Salemba Medika.

Maimurahman, H., & Fitria, C. N. (2012). Keefeektifan Range Of Motion (ROM) Terhadap Kekuatan Otot Ekstremitas Pada Pasien Stroke. Surakarta: Akper PKU Muhammadiyah Surakarta.

Mawarti, H. (2012). Pengaruh Latihan Rom (Range Of Motion) Pasif Terhadap Peningkatan Kekuatan Otot Pada Pasien Stroke Dengan Hemiparase. Eduhealth, 2 (2).


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal Cendikia Muda

Diterbitkan oleh :
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)
Akademi Keperawatan Dharma Wacana
Jl. Kenanga No.03 Mulyojati 16C Metro Barat Kota Metro Lampung
Telp. 0725-46685
Faks. 0725-46685
Email: jurnalcendikiamuda@akperdarmawacana.ac.id