PENERAPAN PURSHED LIPS BREATHING TERHADAP PENURUNAN FREKUENSI PERNAFASAN PADA PASIEN PENYAKIT PARU OBSTRUKSI KRONIK DI KOTA METRO

Nanda pratama putri1* indhit Tri utami2 Sapti Ayubbana3
(1) AKPER DHARMA WACANA
(2) Akper Dharma Wacana
(3) Akper Dharma waacana
(*) Corresponding Author

Abstract

Penyakit Paru Obstruksi Kronik (PPOK) adalah sejumlah gangguan yang memengaruhi pergerakan udara dari dan keluar paru. Penyakit paru obstruksi kronik memiliki tanda dan gejala yang bermacam-macam yaitu salah satunya sesak napas. Penatalaksaan untuk mengatasi atau menurunkan sesak napas secara non farmakologis yaitu dengan cara melakukan purshed lips breathing. Rancangan karya tulis ilmiah ini menggunakan desain study kasus (case study). Subyek yang digunakan yaitu pasien penyakit paru obstruksi kronik dengan masalah bersihan jalan napas tidak efektif. Hasil penerapan menunjukan bahwa setelah dilakukan penerapan purshed lips breathing, terjadi penurunan Respiratory Rate (RR) pada subyek. Bagi pasien penyakit paru obstruksi kronik dengan sesak napas hendaknya dapat melakukan purshed lips breathing secara mandiri untuk membantu sesak napas dan memberikan rasa nyaman.

Kata Kunci      :  Penyakit Paru Obstruksi Kronik, Sesak Napas, Purshed Lips Breathing.

Full Text:

PDF

References


Siregar. (2018). Pengaruh Purshed Lips Breathing Terhadap Penurunan Sesak Napas Pada Pasien Penyakit Paru Obstruksi Kronik (PPOK) di RSU Royal prima. Medan.

WHO. (2019). COPD. diunduh pada tanggal 09 Maret 2020 dalam website: https://www. who.int/news-room/fact-sheets/ detail/COPD.

Kemenkes RI. (2018). Hasil Utama Riskesdas 2018. Kementrian Kesehatan RI. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.

Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. (2016). Jumlah Pasien PPOK di Indonesia. Penyakit tidak menular.

LeMone, P., Burke, KM & Bauldoff, G. (2016). Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah Edisi 5 Volume 4. alih Bahasa: Subekti, B N. Jakarta. EGC.

Bakti. (2015). Pengaruh Purshed Lips Breathing Terhadap Penurunan Sesak Napas pada Pasien Paru Obstruksi Kronik Di Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat (BBKPM). Surakarta.

Potter. P.A & Perry, A.G. (2010). Buku Ajar Fundamental Keperawatan Konsep, Proses Dan Praktik. Volume 2. Edisi 4. EGC. Jakarta.

Isworo, A., Suryantoro, E & Arif S.U. (2017). Perbedaan Purshed Lips Breathing dengan Six Minutes Walk Test Terhadap Forced Expiratory. Naskah Publikasi : Universitas Jendral Soedirman. Yogyakarta.

Liza F, Wijaya A., dkk (2019) Efektivitas Related Sitting dengan Purshed Lips Breathing Terhadap Penurunan Derajat Sesak Napas Pasien Penyakit Paru Obatruksi Kronik di RSUD Dr. M. Yunus Bengkulu.

Hartono. (2015). Peningkatan Kapasitas Vital Paru Pada Pasien PPOK Menggunakan Metode Pernapasan Purshed Lips Breathing. Kementrian Kesehatan Jurusan Keperawatan. Surakarta.

Qamila.(2019). Efektivitas Teknik Purshed Lips Breathing Pada Pasien Paru Obstruksi Kronik (PPOK) Study Systematic Review.Vol 12. No 2. Makassar.

Hafiizh, M.E., (2013). Pengaruh Purshed Lips Breathing Terhadap Penurunan Respiratory Rate (RR) dan peningkatan Pulse Oxygen Saturation (SpO2) pada penderita PPOK, Program Studi S1 Fisioterapi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhamadiyah. Surakarta.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal Cendikia Muda

Diterbitkan oleh :
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)
Akademi Keperawatan Dharma Wacana
Jl. Kenanga No.03 Mulyojati 16C Metro Barat Kota Metro Lampung
Telp. 0725-46685
Faks. 0725-46685
Email: jurnalcendikiamuda@akperdarmawacana.ac.id