PENERAPAN PEMBERIAN MADU UNTUK MENGATASI DIARE PADA ANAK USIA PRASEKOLAH (3 – 5 TAHUN)
(1) 
(2) 
(3) 
(*) Corresponding Author
Abstract
Diare merupakan suatu kondisi buang air besar tidak normal yaitu lebih dari 3 kali sehari dengan
konsistensi tinja yang encer dapat disertai atau tanpa disertai darah atau lendir sebagai akibat dari
terjadinya proses infalamsi pada lambung atau usus. Madu dapat digunakan sebagai anti bakteri dan
prebiotik yang dapat mengatasi diare. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan
frekuensi pemberian madu untuk menurunkan diare pada anak usia prasekolah (3 – 5 tahun). Desain
pada penelitian ini menggunakan desain studi kasus. Subyek adalah anak usia prasekolah (3 – 5
tahun)yang menderita diare dengan frekuensi diare lebih dari 3 kali dalam 1 hari. Karakteristik
responden pada penelitian ini adalah anak berusia1,7 tahun dirawat dengan diare akut. Anak
dikategorikan dalam diare ringan/ sedang. Tanda dan gejala yang muncul yaitu frekuensi BAB 5
kali sehari, feces cair disertai ampas, bising usus meningkat, turgor kulit elastis dan suhu tubuh 39
o
C. Hasil: Penerapan pemberian madu mampu menurunkan frekuensi diare menjadi 3 kali sehari,
konsistensi feces lunak, bising usus normal, turgor kulit elastis dan penurunan suhu tubuh sebesar
1,2
o
C. Bagi ibu yang memiliki anak yang menderita diare dapat menjadikan madu sebagai salah
satu alternatif dalam mengatasi masalah diare pada anak. Kesimpulan: penerapan pemberian madu
mampu menurunkan frekuensi diare dan suhu tubuh.
Full Text:
PDFRefbacks
- There are currently no refbacks.
Jurnal Cendikia Muda
Diterbitkan oleh :
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)
Akademi Keperawatan Dharma Wacana
Jl. Kenanga No.03 Mulyojati 16C Metro Barat Kota Metro Lampung
Telp. 0725-46685
Faks. 0725-46685
Email: jurnalcendikiamuda@akperdarmawacana.ac.id